PENGEMBANGAN LABORATORIUM BUDAYA SUKU TENGGER UNTUK MEWUJUDKAN SISTEM PEMERINTAHAN DESA YANG BAIK (GOOD VILLAGE GOVERNANCE)

  • Dani Harianto Universitas Wisnuwardhana Malang

Abstract

Dalam negara demokrasi, kepemimpinan merupakan suatu aspek pokok dalam menentukan berjalannya sistem pemerintahan yang baik (good gavernance).Selain itu juga dibutuhkan beberapa faktor pendukung lainnya yang dapat membantu sistem pemerintahan dapat berjalan dengan baik.Yaitu dengan adanya keterlibatan dari masyarakat untuk turut menentukan kebijakan pemerintah baik dalam bidang politik, sosial, ekonomi, maupun budaya sebagai wujud dari kearifan lokal (local wisdom) yang dapat digunakan untuk menakar adanya tata pemerintahan yang baik (good governance).Dengan demikian ada keseimbangan peran antara pemerintah dan masyarakat secara langsung untuk menentukan kemajuan daerahnya.Di Tengger dikenal adanya dua pola kepemimpinan, yaitu kepemimpinan formal yang dipimpin oleh pemerintah Desa dan kepemimpinan non formal yang dipimpin oleh dukun adat sebagai kepala adat.kedua pola kepemimpinan tersebut mempunyai peran masing-masing khususnya dalam mewujudkan tata kepemerintahan desa yang baik (good village governance) melalui kearifan lokal (local wisdom). Dengan demikian masyarakat dapat mengembangkan laboratorium budaya ditengah-tengah ajeg Tengger yang masih kental sebagai wujud kearifan lokal masyarakat adat Tengger.

 

Kata kunci: laboratorium budaya, suku Tengger, pemerintahan desa, good village governance.



Published
2017-11-11
Section
Articles