KESADARAN MASYARAKAT TERHADAP PERATURAN LALU LINTAS (STUDI PELANGGARAN LALU LINTAS DI APILL SIMPANG EMPAT NGORESAN)

  • Siti Aminah

Abstract

Menurut UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 287 ayat (1) telah disebutkan bahwa pelanggar APILL akan dipidana kurungan paling lama 2 bulan dan denda paling banyak lima ratus ribu rupiah, namun APILL Simpang Empat Ngoresan malah dianggap tidak ada oleh pengguna jalan. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui kesadaran masyarakat terhadap peraturan lalu lintas dengan studi kasus pelanggaran lalu lintas yang terjadi di APILL Simpang Empat Ngoresan, Surakarta. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif. Analisis data menggunakan data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Hasil penelitian ini adalah kesadaran hukum masyarakat rendah karena tidak adanya penegak hukum dan kurangnya fasilitas yang mendukung tertib hukum masyarakat.

 

Kata Kunci: kesadaran hukum, pelanggaran lalu lintas, APILL Simpang Empat Ngoresan

Published
2020-05-05
How to Cite
[1]
S. Aminah, “KESADARAN MASYARAKAT TERHADAP PERATURAN LALU LINTAS (STUDI PELANGGARAN LALU LINTAS DI APILL SIMPANG EMPAT NGORESAN)”, maksigama, vol. 12, no. 1, pp. 17 - 24, May 2020.